JAMBI - Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengancam akan menindak tegas guru yang melakukan kekerasan pada muridnya, menyusul maraknya aksi tersebut terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rahmat Derita di Jambi, Senin, mengatakan, aksi kekerasan dilakukan guru di sejumlah daerah di Indonesia cukup memprihatinkan, dan jangan sampai terjadi di Jambi.
"Pola mendidik murid supaya menjadi anak yang baik dan cerdas tidak dengan kekerasan, namun dengan sentuhan kasih sayang dengan menganggap mereka sebagai teman, adik, dan anak," kata Rahmat
Aksi kekerasan yang dilakukan guru terhadap muridnya itu merupakan tindakan yang tidak terpuji dan merusak citra pendidikan di Indonesia di mata internasional.
Guna menghindari aksi kekerasan itu, seluruh guru di Provinsi Jambi diimbau menerapkan pola mendidik dengan baik, yang dapat menumbuhkan semangat bagi anak didiknya untuk belajar dan beretika.
Para kepala sekolah juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan dan bimbingan pada para guru dalam menerapkan pola belajar mengajar yang baik sesuai ketentutan dan aturan yang berlaku.
Diakui untuk mendidik anak remaja dan memasuki masa pancaroba tidak mudah, karena mereka selalu mencari sensasi supaya mendapat perhatian, kendati yang dilakukannya salah.
"Untuk menghadapi mereka diperlukan kesabaran dan pendekatan dengan berbagai cara, tidak dengan kekerasan, bisa dilakukan dengan menganggap mereka sebagai teman, adik bahkan anak, untuk berbagi cerita dan permasalahan yang dihadapi,"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar